Minggu, 01 Juli 2012


”Sing Ca (Singkong Coklat Aksara Jawa)” : Inovasi Pengolahan Makanan Pelestari Kebudayaan Jawa Berbahan Dasar Ketela Pohon
Ika Susianti; Zidni Khasna Trimaulani; Arih Afra Inayah
Universitas Negeri Yogyakarta


Abstrak: Ketela pohon atau singkong merupakan salah satu makanan pokok bangsa Indonesia, khususnya di daerah Gunung Kidul, sehingga tidak heran keberadaan ketela pohon sangat melimpah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, ketersediaan sumber daya singkong yang banyak ini tidak didukung dengan pengolahan yang baik dari masyarakat. Pengolahan singkong yang sering dilakukan antara lain, dikeringkan untuk dijadikan gaplek, dijadikan  gorengan, dan dikukus sebagai singkong rebus saja. Belum ada inovasi pengolahan singkong, sehingga dalam penyajiannya hasil olahan singkong kurang menarik masyarakat umum, terlebih anak-anak dan masyarakat golongan menengah ke atas. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat kurang mengetahui Aksara Jawa, masyarakat kurang berminat terhadap salah satu kebudayaan Jawa tersebut dan apabila hal ini terus menerus terjadi tanpa adanya upaya pelestarian, maka Aksara Jawa dapat punah atau justru diakui sebagai kebudayaan bangsa lain. Oleh karena itu, perlu adanya upaya inovasi pengolahan singkong yang menarik serta dapat digunakan sebagai salah satu upaya melestarikan aksara Jawa. Makanan singkong yang diberi nama Sing Ca (singkong coklat aksara Jawa) yang didesain selayaknya aksara Jawa ini dibuat terjangkau, sehat, dan bergizi. Sing Ca (singkong coklat aksara jawa) merupakan inovasi makanan unik yang terbuat dari singkong. Makanan ini dikatakan unik karena berbentuk aksara Jawa. Dengan bentuk yang unik ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk mencobanya sekaligus dapat mengenalkan bentuk-bentuk aksara Jawa dan secara tidak langsung sebagai upaya melestarikan kebudayaan Jawa agar tidak luntur dan diakui oleh bangsa lain. Di samping itu, pemanfaatan singkong sebagai bahan baku pangan juga dapat teraplikasi dengan baik. Sing Ca diproduksi dengan menggunakan bahan dasar singkong pilihan kemudian dikupas dan dicuci bersih. Singkong yang sudah dicuci bersih dihaluskan dengan mesin parut singkong, kemudian dicampur dengan bahan lain seperti coklat, gula, garam, vermipan. Setelah itu diaduk, lalu dicetak dalam cetakan berbentuk huruf Jawa. Langkah selanjutnya dioven dalam suhu 40 derajat Celcius dalam waktu 15 menit dan didinginkan lalu dikemas. Dengan adanya Sing Ca diharapkan dapat menjangkau di seluruh lapisan masyarakat dan tidak terbatas pada orang-orang Jawa saja.
Kata kunci: Sing Ca, makanan, aksara Jawa, singkong, kebudayaan

Alhamdulillah Karya lolos 20 besar Tulisan Untuk Negeri dalam rangkaian acara MIPA Untuk Negeri 2012 Universitas Indonesia bidang pangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar