Jumat, 20 Juli 2012



Tulislah Mimpimu hingga Kau Bosan
 Cerita ini berawal ketika salah satu temanku memberitahuku tentang sebuah video tentang seorang mahasiswa IPB yang menuliskan mimpi-mimpinya di sebuah kertas yang akhirnya satu persatu mimpinya terwujud.AWalnya aku ragu,, apakah mungkin hal itu bisa terjadi. Omong kosong,, batinku.. Namun aku merasa tertantang, dan  AKhirnya,, q coba coba untuk menuliskan mimpi-mimpiku di sebuah buku khusus dan sebagian ada yang ku tempel di dinding kamar kosku. PAda awalnya aku malu menempelkannya tapi tak apalah,,aku mencoba untuk meyakinkan diriku sendiri. Ternyata benar,,mimpi-mimpiku satu persatu berubah menjadi kenyataan.
Pertama, aku mempunyai mimpi mendapat IPK 3,51,,, namun di luar dugaan Alhamdulillah aku mendapat IPK justru lebih dari itu. Kemudian aku mempunyai mimpi bisa berkontribusi menjadi pengurus HIMA PGSD dan KMIP KAmpus 3 FIP UNY, akhirnya akupun menjadi pengurus kedua organisasi tersebut . AKu juga mempunyai mimpi untuk bisa belajar menulis (karna aku adalah sesorang yang benci untuk menulis).  Kebetulan waktu itu, di bulan MAret 2012 ada event Communication Students Summit dalam acara HUtkom Universitas Airlangga. AKu mencoba coba untuk menulis dgn rekan satu teamku yaitu Henriska Ruli Bintari dgn bantuan mba Annisa Rizki Ramadhani. Tujuanku hanya satu, belajar menulis, yg penting belajar menulis,, namun tak disangka tulisan itu (abstrak) lolos 30 besar finalis hutkom dan diharapkan hadir di Universitas Airlangga, Surabaya untuk mempresentasikan paper yang telah di buat. SUngguh tak ku sangka,,, akhirnya q bersama team, kebetulan dr FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan ) UNY ada 5 team yang lolos dan kamipun pergi ke Surabaya untuk mempresentasikan hasil karya kami. Aku semakin yakin bhwa mimpi-mimpi yang ku tulis memacuku untuk berusaha mewujudkannya satu persatu,, akhirnya aku menuliskan mimpi selanjutnya yaitu aku ingin berjalan jalan ke seluruh Indonesia. Ternyata benar, mimpiku mulai terwujud lagi. AKu bisa berjalan jalan ke Jakarta secara gratis (karna dibiayai oleh Fakultasku yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan UNY). Pada bulan Juni 2012, Badan Eksekutif Mahasiswa FMIPA Universitas Indonesia menyelenggarkan event  TUlisan Untuk Negeri (TUN 2012) dalam rangkaian acara Mipa UNtuk Negeri (MUN 2012) sebagai wadah para mahasiswa ilmuwan muda memberikan kontribusi nyatanya menyelesaikan permasalahan bangsa di bidang pendidikan, pangan dan energi. Aku pun mencoba lagi untuk mengirimkan tulisan dalam bentuk abstrak bersama kawan2ku yaitu Mba Ika SUsianti dan ZIdni KHasna Tri MAulani di bidang pangan dan di bidang pendidikan dengan Fitri Mares, Nur Dwi Lestari, Zidni Khasna. Alhamdulillah, di luar dugaan, abstrak kami di bidang pendidikan lolos tetapi masuk waiting list sedangkan di bidang pangan kami lolos 20 besar. Tanggal 11-18 JULI 2012 kami bertiga berangkat ke UI untuk mempresentasikan hasil karya kami untuk dinilai dan diberi masukan dan kembali di luar dugaan, kami bisa pulang membawa prestasi kejuaraan di bidang pangan.alhamdulillah wasyukurillah. Sekarang aku kembali menulis mimpi-mimpiku lagi dan di salah satu mimpiku, aku ingin memiliki sekolah gratis untuk orang – orang tak mampu di kampung halamanku di Purbalingga, Jawa Tengah..mohon doakan moga mimpiku ini terwujud.
Cerita ini bukan bermaksud untuk menyombongkan diri, namun aku hanya ingin berbagi kepada kawan-kawan semua,, ayo luangkan waktu sejenak untuk menuliskan mimpi-mimpi kita di sebuah kertas ataupun buku agara kita terpacu untuk menggapai mimpi-mimpi kita  di saat kita kehilangan motivasi untuk meraih mimpi.. Bekerja Cerdas, Berlaku Ikhlas, Semangat Tanpa Batas J

Minggu, 01 Juli 2012


”Sing Ca (Singkong Coklat Aksara Jawa)” : Inovasi Pengolahan Makanan Pelestari Kebudayaan Jawa Berbahan Dasar Ketela Pohon
Ika Susianti; Zidni Khasna Trimaulani; Arih Afra Inayah
Universitas Negeri Yogyakarta


Abstrak: Ketela pohon atau singkong merupakan salah satu makanan pokok bangsa Indonesia, khususnya di daerah Gunung Kidul, sehingga tidak heran keberadaan ketela pohon sangat melimpah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, ketersediaan sumber daya singkong yang banyak ini tidak didukung dengan pengolahan yang baik dari masyarakat. Pengolahan singkong yang sering dilakukan antara lain, dikeringkan untuk dijadikan gaplek, dijadikan  gorengan, dan dikukus sebagai singkong rebus saja. Belum ada inovasi pengolahan singkong, sehingga dalam penyajiannya hasil olahan singkong kurang menarik masyarakat umum, terlebih anak-anak dan masyarakat golongan menengah ke atas. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat kurang mengetahui Aksara Jawa, masyarakat kurang berminat terhadap salah satu kebudayaan Jawa tersebut dan apabila hal ini terus menerus terjadi tanpa adanya upaya pelestarian, maka Aksara Jawa dapat punah atau justru diakui sebagai kebudayaan bangsa lain. Oleh karena itu, perlu adanya upaya inovasi pengolahan singkong yang menarik serta dapat digunakan sebagai salah satu upaya melestarikan aksara Jawa. Makanan singkong yang diberi nama Sing Ca (singkong coklat aksara Jawa) yang didesain selayaknya aksara Jawa ini dibuat terjangkau, sehat, dan bergizi. Sing Ca (singkong coklat aksara jawa) merupakan inovasi makanan unik yang terbuat dari singkong. Makanan ini dikatakan unik karena berbentuk aksara Jawa. Dengan bentuk yang unik ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk mencobanya sekaligus dapat mengenalkan bentuk-bentuk aksara Jawa dan secara tidak langsung sebagai upaya melestarikan kebudayaan Jawa agar tidak luntur dan diakui oleh bangsa lain. Di samping itu, pemanfaatan singkong sebagai bahan baku pangan juga dapat teraplikasi dengan baik. Sing Ca diproduksi dengan menggunakan bahan dasar singkong pilihan kemudian dikupas dan dicuci bersih. Singkong yang sudah dicuci bersih dihaluskan dengan mesin parut singkong, kemudian dicampur dengan bahan lain seperti coklat, gula, garam, vermipan. Setelah itu diaduk, lalu dicetak dalam cetakan berbentuk huruf Jawa. Langkah selanjutnya dioven dalam suhu 40 derajat Celcius dalam waktu 15 menit dan didinginkan lalu dikemas. Dengan adanya Sing Ca diharapkan dapat menjangkau di seluruh lapisan masyarakat dan tidak terbatas pada orang-orang Jawa saja.
Kata kunci: Sing Ca, makanan, aksara Jawa, singkong, kebudayaan

Alhamdulillah Karya lolos 20 besar Tulisan Untuk Negeri dalam rangkaian acara MIPA Untuk Negeri 2012 Universitas Indonesia bidang pangan.