Tulislah Mimpimu
hingga Kau Bosan
Pertama, aku
mempunyai mimpi mendapat IPK 3,51,,, namun di luar dugaan Alhamdulillah aku
mendapat IPK justru lebih dari itu. Kemudian aku mempunyai mimpi bisa
berkontribusi menjadi pengurus HIMA PGSD dan KMIP KAmpus 3 FIP UNY, akhirnya
akupun menjadi pengurus kedua organisasi tersebut . AKu juga mempunyai mimpi
untuk bisa belajar menulis (karna aku adalah sesorang yang benci untuk menulis).
Kebetulan waktu itu, di bulan MAret 2012
ada event Communication Students Summit dalam acara HUtkom Universitas
Airlangga. AKu mencoba coba untuk menulis dgn rekan satu teamku yaitu Henriska
Ruli Bintari dgn bantuan mba Annisa Rizki Ramadhani. Tujuanku hanya satu,
belajar menulis, yg penting belajar menulis,, namun tak disangka tulisan itu
(abstrak) lolos 30 besar finalis hutkom dan diharapkan hadir di Universitas
Airlangga, Surabaya untuk mempresentasikan paper yang telah di buat. SUngguh
tak ku sangka,,, akhirnya q bersama team, kebetulan dr FIP (Fakultas Ilmu
Pendidikan ) UNY ada 5 team yang lolos dan kamipun pergi ke Surabaya untuk
mempresentasikan hasil karya kami. Aku semakin yakin bhwa mimpi-mimpi yang ku
tulis memacuku untuk berusaha mewujudkannya satu persatu,, akhirnya aku
menuliskan mimpi selanjutnya yaitu aku ingin berjalan jalan ke seluruh
Indonesia. Ternyata benar, mimpiku mulai terwujud lagi. AKu bisa berjalan jalan ke Jakarta secara gratis (karna dibiayai oleh Fakultasku yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan UNY). Pada bulan Juni 2012,
Badan Eksekutif Mahasiswa FMIPA Universitas Indonesia menyelenggarkan event TUlisan Untuk Negeri (TUN 2012) dalam rangkaian
acara Mipa UNtuk Negeri (MUN 2012) sebagai wadah para mahasiswa ilmuwan muda
memberikan kontribusi nyatanya menyelesaikan permasalahan bangsa di bidang pendidikan,
pangan dan energi. Aku pun mencoba lagi untuk mengirimkan tulisan dalam bentuk
abstrak bersama kawan2ku yaitu Mba Ika SUsianti dan ZIdni KHasna Tri MAulani di
bidang pangan dan di bidang pendidikan dengan Fitri Mares, Nur Dwi Lestari, Zidni
Khasna. Alhamdulillah, di luar dugaan, abstrak kami di bidang pendidikan lolos
tetapi masuk waiting list sedangkan di bidang pangan kami lolos 20 besar. Tanggal 11-18
JULI 2012 kami bertiga berangkat ke UI untuk mempresentasikan hasil karya kami
untuk dinilai dan diberi masukan dan kembali di luar dugaan, kami bisa pulang
membawa prestasi kejuaraan di bidang pangan.alhamdulillah wasyukurillah.
Sekarang aku kembali menulis mimpi-mimpiku lagi dan di salah satu mimpiku, aku
ingin memiliki sekolah gratis untuk orang – orang tak mampu di kampung
halamanku di Purbalingga, Jawa Tengah..mohon doakan moga mimpiku ini terwujud.
Cerita ini
bukan bermaksud untuk menyombongkan diri, namun aku hanya ingin berbagi kepada
kawan-kawan semua,, ayo luangkan waktu sejenak untuk menuliskan mimpi-mimpi
kita di sebuah kertas ataupun buku agara kita terpacu untuk menggapai
mimpi-mimpi kita di saat kita kehilangan
motivasi untuk meraih mimpi.. Bekerja Cerdas, Berlaku Ikhlas, Semangat Tanpa
Batas J